...

Seluruh ahli waris Dzuriyyat Nabi Muhammad SAW yang tergabung dalam Yayasan Dzuriyyat Makam Keramat Al-Habib Abdurrahman Alkaf dan Dzuriyyat Ahlulbayt, Auliya Allah Mahabbatul Wujud Annubuwah Rasulullah Gelar Doa Bersama Haul Jamak di Banjarmasin

Banjarmasin – Seluruh ahli waris Dzuriyyat Nabi Muhammad SAW yang tergabung dalam Yayasan Dzuriyyat Makam Keramat Al-Habib Abdurrahman Alkaf dan Dzuriyyat  Ahlulbayt, Auliya Allah Mahabbatul Wujud Annubuwah Rasulullah menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama Haul Jamak sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para leluhur Dzuriyat Rasulullah SAW. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Februari 2026, bertempat di Maqbarah Para Leluhur Syarif, Sayyid, Habib, dan Syarifah yang berlokasi di Jalan Antasan Kecil, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Acara berlangsung dengan khidmat dan tertib, diawali dengan ceramah agama atau manaqib para leluhur Dzuriyyat Rasulullah yang isinya dibawakan oleh cicit dari Assyekh Syarif Abdurahman Alkaf yaitu Dr. Syeikh Al-Arifbillah Syarif Hamdani Alkaf Annaqsyabandi Alhusaini Alhasyimi Arrifai'i yang merupakan seorang mufti di Asia Tenggara di bidang hukum. Assyekh Syarif Abdurahman Alkaf diangkat sebagai penasehat agama atau mufti di kerajaan banjar pada abad ke 17 sampai abad 18 masehi. Pada zaman Pangeran Muhammad bergelar Tuan Almusyarafat Pangeran Ratu Anum atau bergelar Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah atau Sultan Muhammadillah atau Sultan Martapura bin Sultan Hamidullah / Sultan Kuning adalah Sultan Banjar antara tahun 1759-1761.

Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah atau Pangeran Muhammadillah sering meminta Nasehat dan Petuah kepada Assyekh Syarif Abdurahman Alkaf karena Assyekh Syarif Abdurahman Alkaf memiliki wawasan yang luas baik pengetahuan agama islam maupun ilmu strategi perang. 

Adapun keahlian yang dimiliki Assyekh Syarif 
Abdurrahman Alkaf Bin Syarif Ahmad Alkaf :

  1. Ahli dibidang ilmu Tauhid, ilmu Fiqih dan ilmu Tasawuf
  2. Ahli dibidang ilmu Ma’rifatullah dan ilmu Ma’rifatul Huruf
  3. Ahli dibidang ilmu Mantiq dan ilmu balaghah
  4. Ahli dibidang ilmu tafsir dan ilmu kalam
  5. Ahli dibidang ilmu falaqiah dan ilmu kesehatan
  6. Ahli dibidang ilmu Nasab dan ilmu sejarah
  7. Ahli dibidang ilmu mukasyafah dan ilmu kegaiban
  8. Ahli dibidang ilmu sosial dan kemasyarakatan, dll

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan zikir dan tahlil, serta ditutup dengan doa Haul Jamak dan doa keselamatan dunia dan akhirat.

Dalam keterangannya, Dr. Syarif Hamdani Alkaf menyampaikan bahwa pelaksanaan Haul Jamak ini merupakan wujud penghormatan, doa, dan tawassul kepada para leluhur dari kalangan Syarif, Sayyid, Syarifah, Aulia Allah, serta para pendahulu yang telah berjasa dalam menjaga dan mengembangkan agama Islam, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu ajaran penting yang diwariskan oleh Syeikh Al-Arifbillah Syarif Abdurrahman Alkaf adalah Thariqat Alkaffiyah, yang menekankan amalan zikir khafi (Ismul Zat) melalui tujuh lathifah, sebagaimana tertuang dalam manaqib para leluhur yang dimakamkan di maqbarah keramat Dzuriyat Rasulullah SAW.

Menurutnya, makam-makam para Dzuriyat Rasulullah SAW tersebut berasal dari abad ke-17, dengan bentuk nisan yang khas dan berbeda-beda, mencerminkan tingkatan maqam serta kedudukan mereka dalam struktur Kesultanan Banjar. Syeikh Abdurrahman Alkaf sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Mufti Kesultanan Banjar dan memiliki jejak dakwah hingga ke Kesultanan Cirebon, sebagaimana tercatat dalam catatan sejarah kesultanan tersebut.

Selain sebagai ulama dan mufti, para Dzuriyat Rasulullah di Kesultanan Banjar juga tercatat memiliki peran strategis, di antaranya sebagai panglima perang, patih, penasehat istana, guru spiritual sultan, hingga guru bela diri.

Dr. Syarif Hamdani Alkaf menambahkan bahwa maqbarah atau kubah makam keramat tersebut berada di bawah naungan Yayasan Zuriyat Alhabib Abdurrahman dan Zuriyat Ahlul Bait serta Aulia Allah Mahabbatul Wujud Annubuwwah Rasulullah, yang telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, serta diakui oleh berbagai Kesultanan Nusantara, khususnya Kesultanan Cirebon.

Adapun para leluhur yang dimakamkan di maqbarah tersebut berasal dari Dzuriyat Rasulullah SAW dengan beberapa marga atau fam, di antaranya Alkaf, Assegaf, Alydrus, Bahasyim, Azmatkhan (jalur Walisongo), Alhabsyi, serta Alaydrus dan Asholabiyah dari jalur Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Kalampayan).

Menutup keterangannya, Dr. Syarif Hamdani Alkaf berharap agar generasi penerus senantiasa menjaga amanah para leluhur, memperbanyak doa untuk mereka, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjunjung tinggi adab, akhlak, dan sikap saling menghormati, sebagaimana yang telah diajarkan oleh para pendahulu.

Blog Lainnya